Jakarta - Kongres Milenial Indonesia (KMI) menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Jumat (17/04/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pelebaran sungai dan pemasangan bronjong di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam aksinya, massa KMI menyoroti proyek yang dikerjakan oleh PT Lira Permata Cibubur dengan nilai anggaran mencapai Rp18,2 miliar pada tahun 2025. Berdasarkan hasil kajian dan temuan di lapangan, proyek tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai standar kualitas, yang ditandai dengan kerusakan fisik dalam waktu singkat setelah pekerjaan selesai.

Selain itu, KMI juga mengungkap adanya dugaan praktik mark-up anggaran dalam proyek tersebut. Massa aksi menilai, indikasi penyimpangan semakin kuat dengan adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pejabat di Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara.

Koordinator Lapangan aksi, Syahrul Romadon, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk desakan kepada KPK agar segera bertindak tegas.

“Kami turun ke jalan untuk mendesak KPK agar tidak tinggal diam. Dugaan korupsi ini harus segera diusut tuntas karena menyangkut uang negara dan kepentingan masyarakat luas,” tegas Syahrul dalam orasinya.

Dalam tuntutannya, KMI meminta KPK segera berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memanggil dan memeriksa Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera Utara, PPK, serta Direktur PT Lira Permata Cibubur yang diduga terlibat dalam proyek tersebut.

Lebih lanjut, Syahrul menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengawal transparansi dan akuntabilitas pembangunan.

“Ini adalah bentuk kontrol sosial dari mahasiswa. Kami tidak ingin praktik korupsi terus merugikan negara dan masyarakat. Jika terbukti bersalah, semua pihak yang terlibat harus ditangkap dan diproses sesuai hukum,” ujarnya.

Aksi berlangsung dengan damai dan mendapat pengawalan dari aparat keamanan. KMI berharap KPK segera merespons tuntutan yang disampaikan dan mengambil langkah konkret dalam mengusut dugaan korupsi tersebut.

(Redaktur signifikan.com)