Padang Lawas Utara — Ketua Aspirasi Mahasiswa Sumatera Utara (ASIA SUMUT), Abdul Hamid Siregar, menyoroti dugaan ketidaksesuaian realisasi anggaran di Puskesmas Portibi dengan total nilai mencapai Rp. 980.108.390.

Sebagai putra daerah asli Kecamatan Portibi, Abdul Hamid Siregar menegaskan komitmennya untuk mengawal transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari negara, khususnya di sektor kesehatan.

“Kami menemukan sejumlah kejanggalan yang patut diduga tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ini menyangkut hak dasar masyarakat atas pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Adapun rincian anggaran yang menjadi sorotan ASIA SUMUT antara lain:

  • Belanja Pengolahan Air Limbah, Jasa Pelayanan Puskesmas, Jasa PPHP, dan Jasa Pcare sebesar Rp. 664.943.614

  • Servis Ambulance sebesar Rp. 35.000.000

  • Belanja Obat-obatan/JKN sebesar Rp. 43.002.076

  • Belanja Modal Alat Kantor (Mesin Antrian, Neon Box) sebesar Rp. 61.760.000

  • Belanja Modal Personal Computer sebesar Rp. 87.278.900

  • Belanja Rehabilitasi Bangunan Laboratorium dan pengecatan aula serta pemeliharaan gedung sebesar Rp. 45.000.000

  • Belanja Modal Mebel sebesar Rp. 43.123.800

Menurutnya, jika ditotal, anggaran tersebut mencapai hampir 1 miliar rupiah, sehingga wajib dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

ASIA SUMUT mendesak Kejaksaan Negeri Padang Lawas Utara untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan penyimpangan tersebut.

“Kami meminta Kejaksaan segera memanggil Kepala Puskesmas Portibi dan pihak terkait. Jika terbukti ada indikasi mark-up, pekerjaan fiktif, atau penyalahgunaan anggaran, harus diproses secara hukum tanpa kompromi,” tegas Abdul Hamid.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran sebagai bentuk tekanan moral terhadap aparat penegak hukum.

“Ini bukan sekadar angka, ini uang negara. Jika disalahgunakan, maka masyarakat yang dirugikan. Kami akan kawal sampai tuntas,” tutupnya.

(Redaktur signifikan.com)