Tapanuli Selatan — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap dana sertifikasi guru mencuat di Kabupaten Tapanuli Selatan. Aktivis mahasiswa, Saif Ajis Siregar, mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan tegas.

Saif Ajis meminta kepada Wakapolres Tapanuli Selatan selaku Ketua Tim Saber Pungli agar mengusut tuntas dugaan pungli tersebut dan memproses secara hukum oknum-oknum yang terlibat dalam praktik pemungutan uang terhada guru-guru  sertifikasi.

Menurut Saif, dugaan pungli tersebut melibatkan oknum kepala sekolah yang tergabung dalam K3S, yang diduga bertindak atas perintah oknum di Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan. Ia menyebutkan, jumlah dana yang diduga dikumpulkan secara ilegal mencapai kurang lebih Rp5 miliar dan disinyalir masuk ke kantong pribadi oknum tertentu.

“Ini bukan persoalan kecil. Kami menduga praktik ini terstruktur dan melibatkan lebih dari satu pihak. Oleh karena itu, kami mendesak aparat penegak hukum agar tidak tinggal diam,” tegas Saif.

Lebih lanjut, Saif Ajis juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran apabila laporan tersebut tidak segera ditindaklanjuti oleh aparat di wilayah Tapanuli Selatan.

“Aksi besar akan kami lakukan sebagai bentuk tekanan moral. Jangan sampai kepercayaan publik terhadap penegakan hukum semakin hilang. Justice delayed is justice denied, keadilan yang tertunda adalah bentuk kejahatan yang sempurna,” pungkasnya.

(Saif Ajis Siregar & Redaktur signifikan.com)