Padang Lawas Utara – Aroma dugaan penyimpangan dalam penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI KCP Gunung Tua semakin menyengat dan tak lagi bisa ditutupi. Gelombang protes kini datang dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Aspirasi Mahasiswa (LAMA), yang secara terbuka menantang aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.

Program yang seharusnya menjadi penopang ekonomi masyarakat kecil justru diduga berubah arah menjadi ruang permainan oknum tertentu. Sejumlah indikasi ketidakwajaran dalam proses penyaluran KUR mulai terkuak dan memicu kemarahan publik.

Sorotan tajam kini mengarah pada manajer BRI KCP Gunung Tua berinisial AZ, yang dinilai memiliki peran strategis dan tanggung jawab penuh dalam memastikan transparansi serta integritas penyaluran program tersebut. Mahasiswa menilai, mustahil berbagai dugaan kejanggalan ini terjadi tanpa adanya kelalaian atau pembiaran dari pihak manajemen.

Ketua LAMA, Arsad Halomoan, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan ini.

“Jangan jadikan KUR sebagai ladang permainan! Ini uang rakyat yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil, bukan untuk dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya dengan nada keras.

Ia menambahkan, jika dugaan ini terbukti, maka hal tersebut bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan bentuk nyata pengkhianatan terhadap program negara yang menyasar kesejahteraan rakyat kecil.

Lebih lanjut, Arsad juga menyoroti lemahnya sistem pengawasan internal yang diduga membuka ruang bagi praktik-praktik tidak sehat. Ia menegaskan bahwa pihak manajemen, termasuk AZ, harus memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik.

“Pihak manajemen tidak boleh bungkam. Transparansi adalah kewajiban. Jika tidak ada yang disembunyikan, maka jelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” tambahnya.

LAMA mengaku telah mengantongi sejumlah data awal yang mengarah pada dugaan pelanggaran dalam penyaluran KUR. Saat ini, mereka tengah memperkuat bukti untuk segera membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Kami akan bawa ini ke jalur hukum. Jika terbukti, siapapun yang terlibat harus diproses tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada yang kebal hukum ketika menyangkut hak rakyat,” tegas Arsad.

Tekanan publik kini terus meningkat. Aparat penegak hukum didesak untuk tidak menunggu hingga persoalan ini semakin meluas dan merugikan lebih banyak masyarakat.

LAMA memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Bagi mereka, ini bukan sekadar isu sesaat, melainkan bagian dari perjuangan menjaga marwah program negara agar tetap berpihak kepada rakyat—bukan menjadi alat permainan segelintir oknum.

Arsad Halomoan | LAMA